Percetakan & Sablon, Cetak Undangan, Kartu Nama, Cetak Foto Media Kayu, Gantungan Kunci Bambu, Pin & Bros, Plakat, Sablon Mug, Sablon Kaos, Sablon Topi, Dll. WA : 0878 2019 7027 Email: pangrangoprint@gmail.com

2/24/2017

Pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kegiatan Ekonomi


Pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kegiatan Ekonomi

http://pangrangoprint.blogspot.co.id/


Kini Admin akan share tentang Pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kegiatan Ekonomi hasil kutip dari sumber di internet, selain itu baca juga tentang Pengaruh Keunggulan Lokasi Terhadap Kegiatan Transportasi Darat, Air, dan Udara, dan tentang Pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kegiatan Berkomunikasi hasil kutip dari sumber di internet.

Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat, ada tiga yaitu: 1. Produksi, 2. Distribusi, 3. Konsumsi. Ketiga kegiatan tersebut memiliki hubungan yang sangat erat dan saling bergantung. Mata rantai dari ketiga kegiatan ekonomi tersebut  dapat kita pahami dengan cara membaca uraian berikut. Produksi memerlukan adanya distribusi dan konsumsi, dengan kata lain, kegiatan produksi tanpa kegiatan distribusi dan konsumsi, tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Kegiatan distribusi tidak mungkin ada, tanpa adanya barang yang diproduksi dan yang mengonsumsi barang tersebut. Kegiatan konsumsi tidak akan tercapai jika tidak ada yang memproduksi barang dan yang mendistribusikan barang tersebut. 


1. Kegiatan Produksi

Produksi sering diartikan sebagai : membuat barang. Produksi mengandung makna yang lebih luas. Setiap saat manusia memerlukan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Barang dan jasa, tidak akan dapat tersedia dengan sendirinya, tetapi harus dibuat terlebih dahulu. Kegiatan yang dilakukan oleh pabrik perakitan mobil, petani, nelayan, dan dokter, adalah contoh dari produksi. Mobil, ikan, padi, dan jasa pengobatan yang dihasilkan, memberikan manfaat bagi manusia. Produksi dalam arti sempit, dapat diartikan sebagai: kegiatan yang menghasilkan atau menciptakan barang dan jasa.

Petani menghasilkan padi dan ketela juga merupakan kegiatan produksi. Tepung ketela digunakan oleh pabrik roti untuk menghasilkan roti. Perubahan tepung ketela menjadi sebuah roti mengalami perubahan bentuk maupun kegunaannya. Ketela dalam bentuknya yang asli memiliki kegunaan yang relatif lebih sedikit dibanding setelah menjadi roti. Kegiatan pabrik roti yang merubah tepung ketela menjadi roti juga termasuk dalam kegiatan produksi. Kegiatan produksi tidak sekadar menciptakan manfaat suatu barang tetapi juga menambah daya guna suatu barang. 

Dalam arti luas kegiatan produksi adalah kegiatan menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sebagai contoh: Delanggu, daerah di Cianjur adalah penghasil beras yang kualitasnya termasuk baik. Beras yang ada di daerah tersebut nilai kegunaannya tidak terlalu besar karena hasil produksinya melebihi yang dibutuhkan oleh masyarakat di daerah itu. Hal ini mengakibatkan harga beras di daerah tersebut menjadi relatif lebih murah jika dibandingkan dengan daerah lain yang kondisi tanahnya tidak memunginkan untuk usaha pertanian padi. Beras yang dihasilkan di daerah Delanggu dan Cianjur dibawa ke Jakarta maka nilai kegunaan beras tersebut akan lebih tinggi, karena yang membutuhkan beras di Jakarta relatif lebih banyak. Hal ini mengakibatkan harga beras di Jakarta menjadi lebih tinggi. Kegiatan memindahkan beras dari Delanggu ke Jakarta juga termasuk kegiatan produksi.

Faktor produksi merupakan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menciptakan atau menambahkan kegunaan suatu barang atau jasa. Pelaku kegiatan produksi, disebut produsen. Dalam contoh di atas petani adalah produsen padi dan ketela, nelayan adalah produsen ikan, perusahan roti adalah produsen roti dan dokter adalah produsen jasa pengobatan. Nah, perlu kalian ketahui bahwa roti yang dihasilkan perusahaan roti tidak akan bermakna sebelum sampai ke tangan konsumen, karena perusahaan roti tidak akan mendapatkan pendapatan sebelum rotinya dibeli oleh konsumen. Jika ikan tidak dibeli oleh konsumen maka nelayan tidak akan bisa melakukan aktivitas produksi secara berkelanjutan. Agar  ikan sampai ke tangan konsumen maka diperlukan kegiatan distribusi.

Faktor produksi dalam kegiatan ekonomi dapat dibedakan menjadi empat yaitu :
Faktor Produksi Alam (Sumber Daya Alam). Faktor produksi alam terdiri dari : tanah, air, tenaga alam, barang tambang, iklim.
Faktor produksi Tenaga Kerja (Sumber Daya Manusia). Faktor produksi tenaga kerja merupakan segala kegiatan manusia yang dicurahkan dalam proses produksi untuk menciptakan atau menambah nilai guna barang atau
jasa. Faktor produksi tenaga kerja merupakan faktor produksi yang memegang peranan penting dalam proses produksi. Tanpa tenaga kerja, sumber daya alam yang dianugerahkan oleh Tuhan YME kepada kita tidak akan ada gunanya.
Faktor Produksi Modal. Manusia dapat melakukan proses produksi tidak hanya dengan mengandalkan faktor produksi alam dan faktor produksi tenaga kerja. Petani dapat saja menanam padi hanya dengan menggunakan tanah dan tenaga yang dimilikinya. Dalam pengertian ekonomi segala benda atau alat buatan manusia yang dapat digunakan untuk memperlancar proses produksi dalam menghasilkan barang atau jasa disebut modal. 
Faktor Produksi Kewirausahaan atau Entrepreneurship Faktor produksi kewirausahaan adalah kemampuan intelektual seseorang untuk mengelola atau menyatukan ketiga faktor produksi di atas dalam suatu proses produksi.

2. Kegiatan Distribusi

Distribusi merupakan kegiatan ekonomi yang menjembatani antara dua kegiatan, yaitu  produksi dan kegiatan konsumsi. Walaupun dalam kenyataan sehari-hari, penyaluran barang dari produsen kepada konsumen memang tidak selalu harus melalui distributor. Barang yang dihasilkan oleh produsen, akan bermanfaat dan dapat dikonsumsi oleh konsumen, jika barang tersebut dapat disalurkan. Semua kegiatan yang ditujukan untuk menyalurkan barang-barang dan jasa dari produsen ke konsumen, disebut "Distribusi", atau "Saluran Distribusi", kadang-kadang juga disebut dengan "Saluran Perdagangan".

Saluran distribusi merupakan lembaga atau individu yang menjalankan kegiatan khusus pada bidang distribusi. Pelaku distribusi yang disebutkan di atas, dapat berupa agen, pedagang besar, pengecer dan distributor industri apabila pasarnya industri. Secara umum distributor memegang peranan penting dalam menjaga stabilisasi harga. Kelancaran barang sampai pada pasar atau konsumen diharapkan dapat dilakukan oleh para distributor. Jika suatu ketika barang yang didistribusikan mengalami hambatan, baik disengaja atau tidak, maka dampaknya adalah terjadinya kelangkaan atau tidak tersedianya barang di pasar dan mengakibatkan harga barang menjadi naik.

Saluran distribusi bertugas menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. Saluran distribusi itu melakukan sejumlah tugas, yaitu :
Melakukan pengumpulan dan penyebaran informasi melalui riset pemasaran tentang potensi konsumen, pesaing, dan kekuatan lainnya dalam lingkungan pemasaran.
Melakukan pengembangan dan penyebaran komunikasi mengenai penawaran barang atau jasa.
Melakukan komunikasi mengenai minat membeli oleh anggota saluran distribusi ke produsen.
Melakukan usaha untuk mencapai persetujuan akhir mengenai harga dan hal-hal lain sehubungan dengan penawaran.
Penyaluran barang dan jasa dari produsen ke tangan konsumen tersebut bisa dilakukan dengan bermacam-macam cara. Bisa langsung dari produsen ke konsumen, tetapi bisa juga dengan melewati para perantara dan para pedagang. Dengan demikian sistem distribusi dibedakan menjadi dua macam :
Distribusi Langsung. Dalam sistem distribusi ini, hasil produksi disalurkan langsung oleh produsen ke konsumen, tanpa perantara. Dengan kata lain, para produsen menjual hasil produksinya langsung kepada konsumen
Distribusi Tidak Langsung, Dalam Sistem ini, hasil produksi tidak disalurkan langsung oleh produsen kepada konsumen, malainkan melalui para penyalur.

3. Kegiatan Konsumsi

Dalam uraian materi sebelumnya, telah dipaparkan bahwa produksi dan distribusi, tidak bisa berjalan kalau barang atau jasa yang telah diproduksi oleh produsen tidak ada konsumen yang mengonsumsinya.  Kebutuhan hidup seseorang, tak selalu sama dengan kebutuhan hidup orang yang lain. Kebutuhan seorang pelajar, tentu akan berbeda dengan kebutuhan seorang guru. Kebutuhan seorang petani, tentu akan berbeda dengan kebutuhan seorang nelayan.

Kedua kegiatan konsumsi di atas, merupakan contoh kegiatan dalam mengonsumsi barang. Selain mengonsumsi barang, manusia juga mengonsumsi jasa. Contoh kegiatan mengonsumsi jasa, misalnya: Fahmi pergi ke dokter, Syahmi memotong rambut ke salon, Rizki menjahitkan baju ke penjahit.

Pihak yang melakukan kegiatan konsumsi disebut konsumen. Konsumen tidak harus selalu berupa manusia yang bertindak sebagai makhluk individu. Organisasi perusahaan dan pemerintah juga melakukan kegiatan konsumsi, sehingga keduanya juga disebut konsumen. Konsumen harus mengeluarkan sejumlah pengorbanan tertentu untuk melakukan kegiatan konsumsi. Pengorbanan yang harus dikeluarkan itu lebih dikenal dengan istilah pengeluaran konsumsi. Ada beberapa faktor yang menentukan besar kecilnya pengeluaran konsumsi yang dilakukan oleh konsumen. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah:
  • Penghasilan. Seseorang perlu memiliki penghasilan untuk melakukan kegiatan konsumsi. Penghasilan tersebut kemudian digunakan untuk membeli barang dan jasa yang tidak bisa diproduksi sendiri. Semakin besar penghasilan seorang konsumen maka kemampuan konsumen tersebut melakukan pengeluaran konsumsi juga akan semakin besar.
  • Selera. Keputusan seseorang konsumen untuk mengonsumsi suatu barang atau jasa sangat ditentukan oleh selera konsuman yang bersangkutan. Bila seseorang sangat menyukai suatu barang, maka dia akan dengan senang hati membeli barang tersebut. Sebaliknya jika dia tidak menyukainya, maka mustahil dia akan bersedia mengeluarkan uang untuk membelinya.
  • Adat Istiadat. Adat istiadat adalah perilaku turun menurun yang diyakini masyarakat harus dilakukan. Sebagai contoh dalam masyarakat Jawa, peristiwa kelahiran seorang bayi selalu disertai serangkaian upacara adat yang dilakukan sejak bayi masih dalam kandungan, dilahirkan, sampai beberapa bulan setelah bayi tersebut dilahirkan. Contoh lain, pada masyarakat Bali dikenal upacara Ngaben, yaitu upacara pembakaran mayat bagi kerabat yang meninggal dunia. Upacara-upacara adat tersebut tentu saja membutuhkan biaya yang cukup banyak. Jadi semakin banyak upacara adat yang diyakini oleh masyarakat tertentu, maka akan semakin banyak juga pengeluaran yang dilakukan masyarakat tersebut.
  • Mode. Istilah mode terkait dengan sesuatu hal yang sedang hangat terjadi dalam masyarakat. Mode sangat berpengaruh terhadap perilaku konsumsi masyarakat, terutama di perkotaan. Pada umumnya yang paling mudah terpengaruh oleh mode adalah kalangan remaja. Remaja akan merasa ketinggalan jaman apabila tidak mengikuti mode yang terbaru. Sementara itu untuk bisa mengikuti mode terkini, diperlukan pengeluaran konsumsi yang lebih besar.
  • Demonstration Effect. Seringkali kita temui seseorang mengonsumsi barang atau jasa tanpa memperhitungkan apakah ia benar-benar memerlukan barang tersebut. Ia membelinya sekadar karena khawatir dianggap kalah atau lebih rendah daripada orang lain yang juga telah mengonsumsinya. Contoh: Ibu Ani membeli smartphone, karena melihat tetangganya juga membelinya, padahal smartphone bukanlah kebutuhan mendesak bagi Ibu Ani.
  • Iklan. Iklan sangat berpengaruh terhadap pola konsumsi seseorang. Ada pepatah “tak kenal maka tak sayang”. Seseorang akan tergoda mengonsumsi suatu barang tertentu karena ia mengenal atau mengetahui barang tersebut. Agar konsumen mengenal barang produksinya, maka produsen biasanya mengiklankan produk tersebut. Semakin banyak dan gencar iklan dilakukan, maka diharapkan akan semakin besar pula pengaruhnya terhadap pola konsumsi masyarakat.
  • Prakiraan harga. Prakiraan harga di masa mendatang sangat mempengaruhi pengambilan keputusan untuk pengeluaran konsumsi. Bila konsumen berharap bahwa harga suatu barang akan naik di masa mendatang, maka ia akan cenderung membeli saat ini sebelum harganya benar-benar naik. Sebaliknya bila konsumen memprediksi bahwa harga suatu barang akan turun di masa mendatang, maka ia akan menunda pengeluaran konsumsinya menunggu sampai harga barang tersebut benar-benar turun. Contoh: Ketika pemerintah mengumumkan akan ada kenaikan harga bbm, maka masyarakat akan beramai-ramai membeli bensin sebelum harganya benar-benar naik.
Beberapa faktor tersebut merupakan faktor yang menentukan pengeluaran konsumsi seseorang. Sebaiknya kita sebagai konsumen melakukan kegiatan konsumsi dengan bijaksana. Hanya mengonsumsi barang atau jasa yang benar-benar dibutuhkan, sehingga pengeluaran konsumsi yang dilakukan bukan merupakan suatu pemborosan.

Pengaruh Keunggulan Iklim terhadap Kegiatan Ekonomi.

Indonesia memiliki iklim muson tropis. Keunggulan dari adanya iklim muson tropis adalah adanya hujan yang cukup (curah hujan tidak terlalu besar), kondisi suhunya normal (tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin), dan adanya musim hujan dan kemarau. Kondisi ini akan menyebabkan manusia dapat melakukan kegiatan ekonomi sepanjang tahun. Contoh: Petani dapat melakukan produksi dengan menanam padi sepanjang tahun. Padi yang dihasilkan petani akan digiling menjadi beras dan akan didistribusikan oleh distributor kepada konsumen untuk dikonsumsi. Contoh lain pedagang dapat berdagang sepanjang tahun, dokter dapat melakukan pekerjaannya sebagi dokter sepanjang tahun.

Pengaruh Keunggulan Geostrategis terhadap Kegiatan Ekonomi.

Indonesia adalah berkaitan dengan letak Indonesia yang berada di antara dua benua yakni benua Asia dan Australia, serta terletak di antara dua samudra yakni Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Posisi tersebut akan menyebabkan perdagangan bangsa-bangsa Asia dan Australia akan selalu melewati wilayah Indonesia.

Jalur perdagangan

Dengan demikian akan menyebabkan terjadinya pengembangan perdagangan di Indonesia. Hal ini menyebabkan terjadinya kegiatan ekonomi di Indonesia terkait dengan kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi.  Komoditas perdagangan yang dihasilkan bangsa Indonesia yang berupa hasil bumi seperti rempah-rempah menjadi incaran bangsa-bangsa Barat pada masa lalu. Berbagai hasil bumi Indonesia tidak hanya menjadi konsumsi bangsa-bangsa Asia, tetapi juga menjadi salah satu incaran bangsa-bangsa Barat. Rempah-rempah menjadi salah satu komoditas penting yang banyak dibutuhkan bangsa-bangsa Eropa. Tentunya kamu sudah mengetahui betapa pentingnya rempah-rempah bagi bangsa-bangsa Eropa. Pada awalnya bangsa-bangsa Eropa memperoleh rempah-rempah Indonesia melalui para pedagang Arab.

Para pedagang bangsa Eropa memperoleh rempah-rempah dari para pedagang Asia di sekitar negara Turki. Kamu tentu dapat memberikan alasan, harga rempahrempah di tempat tersebut sudah mahal karena para pedagang Asia sudah mengambil keuntungan. Selanjutnya oleh para pedagang Eropa, rempah-rempah tersebut dijual di pasar Eropa, yang tentu harganya sudah menjadi sangat mahal. Alasan itulah yang menyebabkan bangsa Eropa ingin menguasai kekayaan rempah-rempah Indonesia agar memperoleh keuntungan yang besar.

Jauh sebelum abad XV, Indonesia telah menjadi pusat perdagangan dunia. Kamu tentu masih ingat dengan Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Sumatra Selatan. Kerajaan Sriwijaya merupakan terminal penting para pelaut Asia. Para pedagang Arab, India, dan China sangat banyak ditemui di Kerajaan Sriwijaya. Indonesia menjadi strategis sebagai pusat perdagangan internasional, disebabkan oleh letak yang berada pada posisi silang lalu lintas pelayaran perdagangan dunia. Perdagangan laut dari Asia Barat ke Asia Tenggara dan Asia Timur maupun sebaliknya akan selalui melewati Indonesia.

Selat Malaka sangat penting artinya bagi mobilitas pelayaran bangsa-bangsa dunia. Pelayaran dari Asia Barat ke Asia Timur pasti akan melewati Selat Malaka. Selain menjadi tempat persinggahan para pedagang dari berbagai bangsa, Indonesia memiliki hasil bumi yang melimpah. Tentu saja hal tersebut menarik minat bangsabangsa asing.

Pengaruh Keunggulan Tanah terhadap Kegiatan Ekonomi.

Iklim muson tropis membawa dampak pergantian musim di Indonesia. Keberadaan musim hujan dan kemarau di Indonesia memungkinkan berbagai tanaman mudah tumbuh dan berkembang. Tanaman untuk kebutuhan sehari-hari dapat ditanam di setiap waktu. Hal ini berbeda dengan bangsa-bangsa Eropa yang memiliki empat musim yakni musim panas, musim dingin, musim semi, dan musim gugur. Kondisi tersebut tidak memungkinkan melakukan aktivitas pertanian dengan baik. Kesuburan tanah yang dimiliki Indonesia menyebabkan seseorang juga dapat mengolah tanahnya untuk pertanian dan perkebunan dengan baik.

Keunggulan iklim di Indonesia menyebabkan kegiatan ekonomi baik produksi, distribusi, maupun konsumsi dapat berlangsung sepanjang tahun. Keunggulan geostrategis negara Indonesia yaitu lokasinya yang strategis karena berada pada posisi silang antara dua benua dan dua samudra, sehingga perdagangan antar bangsa di Indonesia menjadi sangat ramai. Kesuburan tanah di Indonesia menyebabkan kegiatan pertanian maupun perkebunan dapat berlangsung dengan baik, dengan hasil yang beraneka ragam.

Sumber : http://mastugino.blogspot.co.id/2015/09/pengaruh-keunggulan-lokasi-terhadap.html

Share:

Arsip Blog